bagaimana menurutmu terhadap blog ini?

Wednesday, February 26, 2014

~Angin Pagi~ by: Dian Montanesa




ANGIN PAGI

 by: dian montanesa
 
Angin pagi datang...
Semua jiwa bergembira..
Angiin pagi datang..
Aku sangat bahagia...

Angin pagi datang hanya sekejap
Membawa sekotak kenangan yang terungkap..
Angin pagi datang hanya sebentar
Membawa harapan yang belum tentu kosong dan belum tentu berisi

Angin pagi datang...
dengan wajah cerah..
Siapa yang tak girang?
Angin pagi datang...
Membawa kabar gembira..
Membawa hatiku terbang

Tapi apa daya? Apa kuasa? Apa apa?
Ini hanya sekedar angin pagi..
Yang semua orang dapat nikmati..
Jalannya belum matii..
Kesempatan untuk yang lain menikmati angin pagi masih banyak..

Aku saja yang baru sedetik menerima sejuknya angin pagi sudah senang tak tekira..
Bak kumbang nan terbang mengelilingi tata surya

Banyak yang mendamba angin pagi..
Banyak yang penasaran dengan angin pagi..
Banyak yang ingin kutanya kepada angin pagi..
Dimana? Kapan datang?? Kapan pergi?? Apakah angiinya tercemar atau tidak??
Tapi aku yakin engkau terjaga..

Oh angin pagi biarkan tetap menjadi angin pagi apabila ini jalan menuju siang yan cerah...
Oh angin pagi biarkan tetap menjadi angin pagi apabila ini jalan menuju malam nan penuh bintang..

Angin pagi tak kan tercemar bila pagi setia menunggu dan berani menghampiri matahari nan muncul di siang ini

Thursday, January 23, 2014

"pak kami nyari ikan, bukan nyari sampah"

assalamualaikum wr, wb
hallooo guys..long time no see, sudah lama saya gak nulis, bukan karena ide gak ada tapi terlalu sibuk, sibuk nonton selama libur >,< haha.

ehemehem baiklah topik yang akan saya bicarakan disini mengenani nelayan-nelayan di Indonesia, kalau kita pikir-pikir kita negara maritim tetapi kenapa nelayan kita enggak makmur-makmur, kalau kita kaji lebih luas dan dalam, bukan hanya nelayan yang seperti itu saja, tetapi petani, buruh, peternak, dll tidak makmur-makmur, kekayaaan kita banyak, tetapi pengolahannya yang salah, kalau mereka bilang SDM kita yang tidak berkualitas itu salah besar, bukan SDM kita yang tidak berkualitas, tetapi SDM kita sedikit pemalas dan sedikit tidak kreatif dari SDM SDM dinegara maju, check this out ini saya ada beberapa poto mengenai nelayan kita, terutama di kota Padang,

beberapa hari terakhir saya sering pagi-pagi sekitar jam 6:30 kepantai memperhatikan para nelayan mengambil jaring yang telah mereka tebar, miris, sedih melihatnya, karena terkadang yang bekerja untuk menarik jaring itu ada sekitar >10 orang, tetapi hasil ikan yang didapat sedikit, tidak setimpal dengan tenaga yang mereka keluarkan, bukan karena allah tidak mau memberi rezeki ikan yang banyak, tetapi mungkin karena alat yang kita gunakan masih sangat tradisional dan sampah yang banyak berserakan dipantai, jaring yang diharap berisi ikan pun ternyata hanya berisi sampah, nan diharap jaring ini berat ditarik karena isinya ikan, malah penuh berisi sampah,..sedih saya melihat nelayan ituu..

tidak kita pungkiri lagi, pantai kita banyak sampahnya, terutama di kota Padang, pantai nan indah seharusnya bisa dapat diandalkan dalam melepas stres malah berserakan sampah, apabila masyarakat memang tidak bisa menjaga, apa salahnya pemerintah kita turun tangan langsung dalam pembersihan sampah-sampah dipantai? kalau dikaji lebih dalam lagi, tidak pula masyarakat disalahkan disana memang tidak ada bak-bak sampah untuk menampung sampah rumah tangga sehari-hari, masyarakat awam pasti hasrat membuang sampahnya hanya kelaut, semoga pemerintah mau mempertimbangkan kebersihan dipantai, jangan hanya pusat kota saja nan dipermak, lihatlah tepian pantai ini pak..

kurang lebih 30 menit jaring ditarik dari laut,kurang lebih 10 orang yang menarik 1 jaring, tak disangka hasil yang diharap ikan dalam jaring, ternyata hanya dipenuhi sampah, ikan udang ada tapi tak sesuai dengan nelayan yg bekerja, muka para nelayan melihat hasil tangkapannya sedikit sedih, tetapi tak ada terucap kata mengeluh dari mulut para nelayan nan tegar ini,

nelayan memisahkan ikan dan sampah yang menumpuk didalam jaring ikan mereka, perhatikanlah banyaknya sampah dalam jaring tersebut

ikan tak ada, sampah pun jadi -_- mana bisa pak..

semoga pemerintah mau merubah situasi yang seperti ini:
1. pemerintah bisa memberikan alat yang lebih canggih untuk nelayan agar tidak perlu terlalu banyak orang yang bekerja, karena dirasa kurang efisien dengan hasil yang cenderung lebih sedikit, mungkin pemerintah dapat inovasi suatu alat yang menarik jaring dengan otomatis, sehingga kerja lebih cepat, dengan hasil yang lebih banyak
2. pemerintah hendaknya mau memperhatikan kebersihan pantai, memang apabila masyarakat mau membenahi dirinya sendiri sampah ini dapat diatasi, tapi apa jadinya apabila masyarakat tidak bisa berbenah? maka kami berharap kepada pemerintah agar mau membantu? tidak mungkin kan kami meminta bantuan kepada rumput yang bergoyang agar mau meletakkan bak-bak sampah disekitar pantai??
3.apabila hal ini dibiarkan bisa jadi para nelayan tak makmur-makmur hidupnya, dan sampah disekitar pantai benar-benar menumpuk, berbau tidak sedap, dan tercemar, bisa jadi pantai nan dulunya indah kini benar-benar tak ada yang mau mengunjunginya..

saya sebagai penulis mohon maaf apabila ada salah2 kata, media blog ini hanya sebagai sarana menyampaian pemikiran saya, terimakasih :)

apabila banyak yang bilang saya hanya bisanya ngomong tanpa tindakan, ya mau bagaimana lagi, memang baru segini kemampuan saya, dari pada diam dan tidak berbuat apa-apa mending berkicau sedikit di blog, smoga yang membaca blog ini dapat mengambil sisi positif dari tulisan saya, dan untuk kedepannya kita dapat menjaga lingkungan agar lebih baiik, amin

wassalam :)

*apabila ada alah dalam pengetikan mohon dimaklumi, tulisan ini tidak melewati proses pengeditan :)

Tuesday, January 7, 2014

Travel Writer (Marapi Mountain season 1)

assalamualaikum wr wb..
ehemehem..'ini tulisan perdana saya di tahun 2014 ..

tak terasa kurang lebih 2 tahun udah punya blog unyu-unyu ini ,hehe
meskipun isi blog ini gado-gado maklumi saja,,

oke cerita kali ini tentang apa ya??
mungkin mau sedikit share foto-foto waktu aku ke merapi aja yaah..




mungkin ini salah satu awaban dari tulisan yang aku tulis beberapa bulan yang lalu di blog ini juga yang judulnya "cross the mountain"

pada tanggal 28-29 desember 2013 aku mulai mendaki gunugng Marapi Sumatera barat, meskipun belum sampai puncak karena cuaca tak mendukung, kami hanya mendaki setengah perjalanan, kira-kira sampai patinjauan, beberapa jam lagi sampe puncak.. tapi tak apalah. insyalh nanti kalo ada kesempatan mendaki lagiii ke gunung Marapi..


Merapi i am comiiiiing.....!!!

ini tas yang dipake untuk ke Merapi, ini tas kesayangan sebenarnya, karena beli pake uang sendiri, hehe
 meskipun tas ini basah kuyup dan udah banyak yang rusak karena dibawa mendaki, sebenarnya ini kan tas biasa, bukan tas untuk mendaki, hehe






ini masih awal-awal mendaki, masih dikaki gunung Marapi, banyak kebun orang :)



nah ini sedikit lagi sampai tower, tempat mendaftar sebelum pendakian dimulaaai.. :)

ini jalan setelah tower tempat mendaki tadi, jalannya masih diperbaiki, kalo jalannya usah selesai, motor bisa sampai tepat dikaki gunung Merapi jadi bisa menghemat tenaga sedikit :)

inii diaa..huuft dingiin sekalii, lihat kabut yang menyelimuti perjalanan kami, kalo lagi jalan gak terasa, tapi kalo lagi istirahat, dingggiiiin

kaabuuut kaabuuut, tak mesti naik pesawat dulu baru bisa menyentuh awan, ni di sini ada..:D

naaaahh...ini diaa kaki guung Marapi, ini dia startnya..dari tadi berjalan ini baru sampai di Kaki gunung Merapi, kabut masih menyelimuti perjalanan kami :)

nah kalo ini poto yang diambil stelah pulang dari gunung Merapi, hujan hujanan,



ini foto diambil waktu udah lewat dari kaki gunung Merapi, kabuuut,





ini jamurnya gak dipegang kok, cuma pura2 dipegang..jangan sembarang megang jamur, mungkin ada yang beracuun :)

kaki gunung merapi, setelah turuun

tenda orang lain, dipoto aja..unyu2 soalnya :)


 naah..itu diaa, poto2 dipatinjauan gak ada teman2 cuma ini aja, soalnya malam2nya hari hujan gak berhenti, poto di cadas juga gak ada, -_-" tapi insyalh pendakian yang keduakalinya mau bangeeet bisa sampai puncak merapi, insylah kalo ada kesempatan dalam waktu dekat, doain yaa... :)

Friday, December 13, 2013

Semenjak “dia” pergi



source pict :http://dalang-rangkat.blogspot.com/2012/11/mimpi-lombok-mimpi-senggigi-pergi-bag-2.html


Semenjak “dia” pergi
BY: Dian M
Percaya tidak kalo dibalik kesedihan? Kepedihan? Ada suatu kebahagiaan?
Percaya tidak cobaan yg diberikan itu adalah tanda-tanda akan datang sebuah kesejukan?
Percaya kan, setelah hujan petir, matahari dan pelangi akan muncul?

Ada sebuah kisah..
Sebuah kisah yang panjang..
Yang tak mungkin bisa kuceritakan disini seutuhnya..
~~~
Keluarga itu kehilangan anaknya, sebut saja namanya kiki
Karena suatu penyakit yang mematikan,

Pada hari itu semua orang yang tersayang melepaskannya menuju allah, sedih, pedih yang dirasakan keluarga tersebut, anak mereka baru berumur 15 tahun, anak laki-laki mereka meninggal, anak nan gagah, baik, sopan, santun, akhirnya pergi duluan meninggalkan kedua orangtuanya duluan..

“yang paling menyakitkan bagi orangtua adalh, dapat melihat anaknya lahir, tumbuh, besar, dan HARUS melihat anaknya meninggal DULUAN”

Singkat cerita kiki pun meninggal dengan keteduhan diwajahnya...membawa rahmat...
Semenjak “kiki” meninggal terjadi perubahan,
Selang beberapa minggu setelah kepergian kiki, ku melihat ibunda kiki yang dahulunya tidak berhijab kini telah mulai menggunakan hijab , ia semakin anggun saja, meskipun masih tampak kesedihan dirawut cantik wajahnya..

Tak jauh berbeda dengan ayahnya kiki, nan dahulunya jarang kemesjid kini kulihat dia sering melangkahkan kakinya menuju rumah allah, meskipun dia masih jalan menunduk sambil menuju mesjid, mungkin beliau masih memikirkan kiki...

Cobaan yang allah berikan kepada kiki dan keluarganya memberikan berkah yang luar biasa, sebuah kebahagiaan dibalik kesedihan, hidayah dibalik kepayahan, tawa dibalik tangis, pelangi dibalik awan hitam..ini tentunya hanya berlaku bagi mereka yan mau berpikir, tabah dalam menjalani semua

Monday, November 11, 2013

ketika..



 source pict-->www.warungsatekamu.org - 650 × 433 - Telusuri pakai gambar

KETIKA 
by: Dian Montanesa

ketika semua orang berpersepsi sama..
ketika semua orang membenarkan apa yang salah, dan menyalahkan apa yang benar..
ketika manusia tidak tau diuntung lagi..
dan ketika manusia mencela penguasanya.
lantas apa yang ditunggu?
kiamatkah?

ketika yang benar disalahkan dengan beribu hujat alasan,,
ketika mereka memandang dengan 1 mata?
ya, mata kesalahan.
lantas bagaimana dengan orang beriman? bagaimana dengan orang yang baik? bagaimana dengan orang yang memeperbaiki diri? bagaimana sikapnya? hey manusia jangan lupakan itu.. dia sedang memperbaiki kehancuran ini untuk kita semua..

sudah, cukup,jangan menyalahkan saudaramu, jangan menyalahkan kekasihmu, jangan salahkan keluargamu, jangan salahkan temanmu, jagan salahkan sahabatmu, jangan salahkan cintamu.. biarkan,,renungkan,,lihat kesini..kehati ini.

Bagaimana hatimu?
usangkah?
gelapkah?
putihkah?
karatkah?
atau kosong?

jangan tunggu nyawamu menyekikmu sendiri dengan kematian, berpikirlah, ,,,,dan temukan maknanya sendiri....


Friday, November 1, 2013

PERDANA

ini perdana loh,,
perdana,
kemaren 30 oktober 2013 saya perdana dalam melakukan pemilihan wali kota sumatera barat, dan yang pertama ini sangat berkesan, karena pemimpin yang saya coblos terpilih menjadi wali kota padang, alhamdulillah :)


begini ceritanya...
waktu itu pagi-pagi, sekitar jam 10 pagi, pulang kuliah saya memberanikan diri pergi sendiri Ke TPS untuk mencoblos, hanya sendiri, ternyata pelaksanaannya pencoblosannya di tempat SD saya dulu, hehe
saya pergi sendiri kesana, sesampainya saya di TPS saya melihat ada satpam, pak polisi, beberapa saksi yang sudah berumur duduk berjejer. karena ini perdana, gak tau mesti mulai dari mana, masuk pintu yang mana, coblos dimana, harus bagaimana, sangat membingungkan..

lalu saya mulai nanya ke bapak satpam dengan tampang polos gak unyu-unyu
"pak, dimana ya kalo mau coblos?"
"disana nak" sambil mengarah ke suatu pintu.
"sana, sana, sana," beliau meneruskan..
"makasih pak.."

dengan tampang anak TK, saya melangkahkan kaki memasuki ruangan yang telah ada para saksi, panitia pemuli, dan beberapa orang yg duduk lainnya.
saya menyerahkan undangan, kartu dan memberinya ke pada seorang ibu.

"siapa namanya?''
"dian m******** buk"
"nomor 264!!!(kalao gak salah) ibu itu memanggil nama saya"
lalu saya diberi kertas yang terlipat, yang berisi poto-poto para calon yang dilipat kecil
"makasih bu"

saya melangkahkan kaki, dengan dada sedikit dagdigdug. memasuki sebuah kotak untuk mencoblos, saya buka lembaran yang terlipat itu..lalu tanpa melihat fotonya satu persatu langsung saja
"naaaaah ini dia bapak yang aku mau pilih, bapak berwajah teduh #eh"

tidak sampai 1 menit saya sudah selesai mencoblos, 2 kali tusukan paku ditancapkan pada nomor bapak itu, dagdigdug masih..
lalu kertas itu dilipat lagi, dimasukkan ke dalam kotak suara besar, lalu tangan kelingking di celupkan ke tinta ungu sebagai tanda telah mencoblos, saya sangat bodoh ketika saya keluar dari ruangan baru sadar, mengapa mesti kelingking kanan yang diberi tinta? gmana saya makan nantik?? seharusnya tangan kiriiiii..ini karena grogi.

bagaimanapun kemaren keadaannya, mau pergi sendiri, mau hari hujan, mau TPS nya sejauh apapun, insyallah saya akan tetap pergi memilih, karena 1 suara sangat berarti.
semoga bisa jadi amal jariyah karena memiih pemimpin yang tepat, menggunakan hak yang tepat, agar sedikit banyak kita telah memerankan kita dengan baik. jadi nanti kalau allah bertanya apakah kita telah berperan dengan baik dalam menjadikan masyarakat lebih baik, kita dapat menjawab
"sudah ya allah, ini buktinya tinta ungu ditangan kanan ku" :)


Saturday, October 19, 2013

catatan Ranu, si kutu buku


(gambar --> google)


(cuplikan cerita catatan Ranu, si kutu buku. karya: dian montanesa )

tidak pernah terpikirkan olehnya, kalu hal ini akan terjadi..
seorang yang selalu dipertahankan dan selalu menjadi pujaannya akhirnya menyesatkan jiwanya.
hingga akhirnya kini dia kehilangan arah,
benar-benar kehilangan, bukan hanya jiwa, dan pikirannya saja yang hilang, hatinya pun, remuk seremuk remuknya, hancur se hancur hancurnya, lantas..apa yang mau di tata lagi? kalo hati sudah hancur...

pikiran si ranu (si kutu buku) melayang, sejauh awan berjalan..
sejauuuh bumi ini berputar..

"ya tuhan jika memang begini ya mau bagaimana lagi, mungkin aku yang belum kenal para kaum adam yang tingkahnya beragam, dan mungkin aku terlalu cupu untuk mengurusi dunia si kaum adam, apakah aku terlalu jelek? sehingga dia berani hanya untuk singgah sebentar? dan pergi lagi? atau aku terlalu tidak berarti hingga aku seolah hanya olokan dan uji coba pendekatan yang ujung-ujungnya tak menjanjikan??" ranu berteriak dari atas bukit, seolah dia bercerita kepada tuhan

pikiran ranu benar-benar kacau, hingga dia mau dan ingin untuk mengakhiri hidupnya, dengan cara lompat dari bukit batu.

"aku putus harapan karenamu oh bidadara yang tak tahu diri! tak tahu malu!, akhirnya ku putuskan untuk begini!, kelak kalau tuhan bertanya kepadaku apa alasan aku bunuh diri, ku bilang engkau penyebabnya!! kau merusak hati ini, serusak-rusaknya!!!!"

-----------------====---------

ranu pun melompat dari atas bukit, badan kecilnya pecah jatuh diatas bebatuan yang tajam, yang siap mencabik-cabik badannya yang kecil DIA BUNUH DIRI, DIA MATI SIA-SIA, DAN TUHAN TAK AKAN MENANYAKAN ALASAN DIA BUNUH DIRI, DAN BIDADARA ITU TIDAK AKAN DITUNTUT BERTANGGUNG JAWAB OLEH TUHAN,